Pemkab Gunungkidul Tuntaskan Normalisasi 2 Luweng Rawan Banjir

Penulis Reporter Jogja - Jasa Pembuatan Website Berita 18 Views

Pemkab Gunungkidul Tuntaskan Normalisasi 2 Luweng Rawan Banjir

Pemkab Gunungkidul menuntaskan normalisasi dua luweng di Semanu dan Tepus sebagai langkah strategis mencegah banjir saat musim hujan.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Kabupaten Gunungkidul Sigit Swastono, mengungkapkan bahwa dua titik yang menjadi sasaran utama adalah Luweng Gunung Ringin di Semanu dan luweng di Pasar Bintaos, Tepus.

Luweng Gunung Ringin yang terletak di Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, menjadi prioritas karena fungsinya sebagai muara air. Dengan alokasi anggaran sekitar Rp90-an juta, pengerjaan di lokasi ini kini telah rampung 100 persen.

Jasa Pembuatan Website Jogja
Jasa Website Jogja

Secara teknis, normalisasi dilakukan melalui pengerukan sedimen tanah sedalam 1,5 meter dengan lebar sekitar tiga meter. Pengerukan ini membentang sepanjang 450 meter menuju bibir luweng.

“Ada juga pembangunan talut pengamanan sehingga aliran bisa lancar dan tidak ada sumbatan,” ujar Sigit, Jumat (19/12/2025).

Lokasi kedua yang dinormalisasi adalah luweng di kawasan Pasar Bintaos, Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Tepus.

Jasa Backdrop Jogja
Jasa Backdrop Jogja

Rehabilitasi ini menelan anggaran sebesar Rp54 juta untuk memastikan sistem drainase pasar kembali berfungsi optimal.

Sigit menegaskan, normalisasi luweng sangat krusial agar aliran air tidak terhambat sedimentasi yang memicu genangan luas.

“Program normalisasi ini berjalan dengan lancar karena bisa selesai sesuai dengan yang diharapkan,” imbuhnya.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, meninjau langsung hasil pengerjaan di Pasar Bintaos pada Jumat pagi.

Ia mengenang kondisi pasar yang sebelumnya memprihatinkan saat hujan deras akibat luapan air yang tersumbat sedimen.

Jasa Pembuatan Website Jogja
Jasa Website Jogja

Genangan tersebut kerap mengganggu aktivitas ekonomi dan membuat pedagang merasa tidak tenang.

Baca Juga:  Warga Gunungkidul Antusias Ada Bioskop di Wonosari

Namun, berkat normalisasi ini, sistem pembuangan air kini jauh lebih lancar.

“Alhamdulillah, dengan gotong royong akhirnya luweng bisa dilakukan normalisasi sehingga sekarang tidak terjadi genangan saat hujan deras sekalipun,” ungkap Bupati yang akrab disapa Mbak Endah tersebut.

Fokus utama pekerjaan ini meliputi:

  • Rehabilitasi tanggul sungai di sekitar mulut luweng.
  • Pembangunan saluran drainase permanen.
  • Pengerukan sedimentasi yang menutup mulut gua (luweng).

“Sekarang sudah terlihat dampaknya karena tidak terjadi banjir. Tapi, saya juga berharap ini harus dirawat secara berkala agar tetap berfungsi sesuai dengan yang diharapkan,” pungkasnya.

Bagikan
Tinggalkan ulasan

Tinggalkan ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *